
Mengapa Gigi Masih Bisa Berlubang Meskipun Rajin Menyikat?
Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami masalah gigi berlubang. Padahal, lapisan email pada gigi merupakan struktur terkuat dalam tubuh manusia. Bahkan, gigi sering digunakan sebagai alat identifikasi forensik. Namun, meski sudah rajin menyikat gigi, masih banyak orang yang mengalami masalah ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal itu bisa terjadi.
1. Tidak Menggunakan Benang Gigi
Gigi memiliki lima sisi yang perlu dibersihkan secara menyeluruh. Sisi yang terletak di antara dua gigi sering kali sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Oleh karena itu, penggunaan benang gigi sangat penting untuk membersihkan plak dan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.
Benang gigi terbuat dari bahan seperti sutera atau nilon yang elastis, sehingga dapat masuk ke celah sempit tanpa mengganggu gusi. Penggunaan rutin benang gigi tidak hanya membantu mencegah gigi berlubang, tetapi juga mengurangi risiko radang gusi.
2. Durasi Menyikat Terlalu Singkat
Menyikat gigi selama tiga menit lebih efektif dalam membersihkan plak dibandingkan menyikat selama 30 detik. Jika menyikat selama dua menit, plak akan terlebih dahulu terangkat sebanyak 26% lebih banyak dibandingkan jika hanya menyikat selama 45 detik.
Untuk memastikan setiap bagian mulut dibersihkan secara merata, bagi waktu menjadi empat kuadran: atas kanan, atas kiri, bawah kiri, dan bawah kanan. Setiap kuadran sebaiknya disikat selama 30 detik agar total waktu mencapai dua menit.
3. Sering Makan Camilan Setelah Makan Utama
Setiap kali mengonsumsi makanan atau camilan, bakteri di dalam mulut akan mengubah sisa makanan menjadi gula. Gula ini kemudian menjadi sumber energi bagi bakteri untuk membentuk plak. Setelah makan, pH asam dalam mulut akan bertahan selama sekitar 30 menit, dan air liur akan bekerja untuk menetralisir kadar asam tersebut.
Namun, jika kamu terus-menerus mengonsumsi camilan, air liur tidak punya cukup waktu untuk menetralkan asam. Hal ini membuat mulut tetap dalam kondisi asam, yang meningkatkan risiko gigi berlubang.
4. Posisi dan Bentuk Gigi
Gigi geraham kecil (premolar) dan gigi geraham besar (molar) adalah jenis gigi yang paling rentan terkena karies. Letaknya di bagian belakang mulut serta bentuk mahkota yang cekung membuatnya sulit dibersihkan.
Untuk membersihkan gigi di bagian belakang, posisikan sikat gigi miring 45 derajat menghadap gusi, lalu gunakan gerakan memutar untuk menyikat sisi paling belakang gigi secara perlahan.
5. Menyikat Gigi Saat Mandi Sore
Waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Namun, banyak orang Indonesia melakukan aktivitas ini saat mandi pagi atau sore hari. Plak gigi terus terbentuk ketika bakteri dalam mulut bertemu dengan karbohidrat atau gula, lalu mengubahnya menjadi zat asam yang melemahkan struktur gigi.
Semakin lama plak menempel pada gigi, semakin banyak bakteri yang berkembang dan menghasilkan zat asam. Hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang dan peradangan gusi.
Kesimpulan
Meski sudah rajin menyikat gigi, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gigi tetap berlubang. Dengan memperhatikan kebiasaan seperti menggunakan benang gigi, durasi menyikat yang cukup, menghindari makan camilan terlalu sering, membersihkan gigi dengan benar, dan memilih waktu yang tepat untuk menyikat, risiko gigi berlubang bisa diminimalisir. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

0 Komentar