Anak Batuk Pilek, Perlu Antibiotik? Ini Penjelasan Dokter

Featured Image

Pentingnya Memahami Penyebab Batuk Pilek pada Anak

Banyak orangtua masih memilih untuk memberikan antibiotik saat anak mengalami batuk pilek. Namun, menurut dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, seorang dokter spesialis anak, sebagian besar kasus batuk pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik sering kali tidak diperlukan.

"Karena common cold itu virus, sudah pasti tidak butuh antibiotik. Virus tidak bisa dibunuh oleh antibiotik. Justru yang membunuh virus ada 'tentara' di tubuhnya sendiri," jelas dr. Kanya dalam acara peluncuran produk Combiphar, di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025).

Antibiotik Tidak Efektif untuk Infeksi Virus

Menurut penjelasan lebih lanjut dari dr. Kanya, yang terpenting dalam mengelola batuk pilek pada anak adalah menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal. "Kalau benar hanya common cold yang disebabkan karena virus, sudah pasti tidak butuh antibiotik," tegasnya.

Hal ini juga didukung oleh informasi dari situs kesehatan Mayo Clinic, yang menyatakan bahwa antibiotik tidak disarankan untuk mengobati pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan lainnya pada anak. "Virus menyebabkan sebagian besar infeksi pernapasan. Antibiotik melawan infeksi bakteri, bukan infeksi virus," tulis situs web Mayo Clinic Health System.

Penggunaan Obat yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan

Dalam praktiknya, tidak semua gejala batuk pilek memerlukan obat-obatan. Jika keluhan anak tidak sampai mengganggu aktivitas tidur atau makan, maka dapat diberikan bantuan dengan cara alami seperti mencuci hidung, memastikan kecukupan cairan, serta nutrisi yang baik.

Namun, jika gejala mulai mengganggu, misalnya tidur terganggu karena hidung mampet, boleh diberikan obat pereda gejala yang tersedia di apotek. Dr. Kanya menekankan pentingnya memahami gejala yang dialami anak sebelum memberikan obat.

"Jangan sampai jadi overtreatment. Misalnya anak tidak demam, tapi dikasih obat batuk yang untuk demam. Itu malah bisa menurunkan suhu tubuh, padahal tidak perlu," ungkapnya.

Obat yang Aman dan Terdaftar BPOM

Soal obat batuk yang tersedia di pasaran, dr. Kanya menjelaskan bahwa jika obat sudah terdaftar di BPOM dan berstatus OTC (Over the Counter), maka secara umum aman digunakan. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami dulu gejala yang dialami anak.

Perawatan di Rumah sebagai Kunci Utama

Perawatan di rumah tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi batuk pilek pada anak. Menurut Mayo Clinic, orangtua direkomendasikan untuk fokus pada hidrasi, seperti memberikan air putih, sup hangat, atau cairan elektrolit untuk membantu mencairkan lendir.

Dr. Kanya juga menambahkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh anak melalui pola hidup sehat. "Fondasi kesehatan anak dibangun dari nutrisi yang baik, terutama protein hewani, kemudian tidur cukup dan berkualitas, aktivitas fisik yang cukup, mikronutrien dari makanan sehari-hari, dan imunisasi," jelasnya.

Edukasi Orangtua untuk Menghindari Kesalahan Penanganan

Edukasi pada orangtua juga sangat penting agar tidak panik saat anak mengalami batuk pilek. "Yang harus diwaspadai adalah bila anak mulai menunjukkan tanda-tanda kegawatan seperti sesak napas, lemas, dehidrasi, demam, atau tidak ada perbaikan meski sudah diberi pengobatan di rumah. Saat itu, baru anak harus segera dibawa ke dokter," tegasnya.

Dengan kata lain, batuk pilek pada anak memang kondisi yang umum dan sering kali tidak berbahaya. Namun, kesalahan dalam penanganan seperti penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru bisa membawa dampak negatif dalam jangka panjang.

Posting Komentar

0 Komentar