Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Featured Image

Tips Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Menyusui adalah momen penting yang memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Namun, beberapa ibu mengalami masalah seperti puting lecet yang bisa menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Jika puting terasa perih dan lecet, hal ini bisa membuat ibu enggan memberikan ASI. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan beberapa langkah sederhana.

Kompres Hangat dan Dingin untuk Meredakan Nyeri

Salah satu cara efektif untuk meredakan nyeri dan bengkak pada puting adalah dengan menggunakan kompres hangat dan dingin. Sebelum menyusui, gunakan kompres hangat untuk membuka saluran ASI dan mengurangi rasa bengkak. Caranya mudah, cukup basahi waslap bersih dengan air hangat, peras hingga tidak menetes, lalu tempelkan ke puting selama 2–3 menit. Mandi air hangat juga bisa memberikan efek yang lebih menyeluruh.

Setelah menyusui, gunakan kompres dingin untuk meredakan nyeri dan bengkak. Bisa menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau es, lalu tempelkan selama beberapa menit. Setelah selesai, keringkan puting dengan menepuk lembut menggunakan handuk atau tisu agar tetap kering dan tidak makin iritasi.

Gunakan Krim Khusus untuk Puting Lecet

Menggunakan krim khusus untuk puting lecet bisa menjadi solusi praktis. Krim ini membantu melembapkan kulit, mengurangi rasa perih, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Pilih krim yang bebas pewangi, alkohol, dan bahan kimia keras. Pastikan krim tersebut tidak perlu dibilas sebelum menyusui agar aman bagi si Kecil. Gunakan secara rutin setelah menyusui untuk hasil maksimal.

Pilih Bra Menyusui yang Nyaman

Bra yang nyaman sangat penting saat mengalami puting lecet. Pilih bra menyusui yang lembut dan tidak terlalu ketat agar puting bisa bernapas dan tidak makin iritasi. Hindari bahan sintetis yang menahan kelembapan karena bisa memperlambat penyembuhan. Gunakan bra tanpa kawat dan berbahan katun agar kulit tetap nyaman. Ganti bra secara rutin, terutama jika terasa lembap atau basah oleh ASI.

Perbaiki Posisi Pelekatan Bayi

Posisi pelekatan bayi yang tidak tepat sering menjadi penyebab puting lecet. Idealnya, mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar areola ikut masuk ke dalam mulut, bukan hanya ujung puting. Jika terasa nyeri saat menyusui, hentikan sejenak dan perbaiki posisi pelekatan. Dengan posisi yang benar, proses menyusui akan lebih nyaman untuk ibu dan bayi.

Lakukan Pijatan Lembut pada Payudara

Pijatan lembut pada payudara bisa membantu melancarkan aliran ASI dan mengurangi pembengkakan. Lakukan dengan gerakan melingkar, mulai dari bagian luar payudara menuju arah puting. Lakukan sebelum menyusui agar ASI lebih mudah keluar dan bayi tidak perlu mengisap terlalu kuat. Gunakan minyak alami seperti minyak zaitun atau baby oil, namun pastikan dibersihkan sebelum menyusui.

Oleskan ASI pada Puting Setelah Menyusui

ASI tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tapi juga memiliki manfaat untuk merawat puting. Kandungan antibodi alami dalam ASI bisa membantu mempercepat penyembuhan luka ringan dan mencegah infeksi. Setelah menyusui, oleskan sedikit ASI ke puting dan biarkan mengering sendiri. Proses ini membantu menjaga kelembapan alami tanpa bahan kimia tambahan.

Konsultasi dengan Konselor Laktasi

Jika puting lecet belum membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konselor laktasi bisa membantu mengevaluasi pelekatan bayi, posisi menyusui, dan kemungkinan lain seperti tongue-tie atau saluran ASI yang tersumbat. Dengan bimbingan mereka, ibu bisa mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Tidak perlu merasa malu, karena menyusui memang butuh proses belajar.

Posting Komentar

0 Komentar