
BPOM Mengungkap 34 Produk Kosmetik Berbahaya yang Harus Diwaspadai
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan sebanyak 34 produk kosmetik berbahaya yang ditemukan dalam pengawasan rutin terhadap kosmetik di pasaran pada periode April hingga Juni 2025. Pengumuman ini dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk-produk yang mengandung bahan-bahan berbahaya.
Menurut keterangan resmi dari Kepala BPOM, tindakan yang dilakukan meliputi pencabutan izin edar serta penghentian sementara kegiatan produksi, peredaran, dan importasi produk tersebut. Hal ini dilakukan karena temuan bahan-bahan yang tidak aman dan dilarang dalam produk kosmetik tersebut.
Jenis-Jenis Produk Kosmetik Berbahaya
Dari 34 produk yang tercantum dalam daftar, jenis-jenisnya sangat beragam. Mulai dari produk perawatan wajah seperti day cream (krim siang), hingga produk perawatan tubuh seperti lotion, dan bahkan ada produk henna yang siap pakai. Semua produk ini memiliki potensi risiko bagi kesehatan jika digunakan tanpa pengawasan.
Daftar Lengkap 34 Produk Kosmetik Berbahaya
Berikut adalah beberapa contoh produk yang ditemukan mengandung bahan berbahaya:
- AENI BEAUTIFUL SECRET Facial Wash (NA 18241207746): Mengandung merkuri.
- ASTRID GLOW'S Body Serum Booster (NA 18240113838): Mengandung asam retinoat dan hidrokinon.
- BOGOTA DIAMONDGLOW Night Cream (NA 18220105352): Mengandung asam retinoat dan hidrokinon.
- CHARISMALUX Acne Treatment (NA 18230103345): Mengandung flusinolon asetonida.
- RAJNI GOLD DIAMOND Cherry Red Henna Core (NA 17221200014): Mengandung pewarna kuning metanil (CI 13605).
- WYBUTIE SKINCARE Facial Wash (NA 18241207495): Mengandung merkuri.
- MC (MC): Mengandung hidrokinon, asam retinoat, dan mometason furoat.
Produk-produk ini telah memiliki nomor izin edar yang dibatalkan oleh BPOM, sehingga tidak boleh lagi diedarkan atau digunakan.
Dampak Negatif Penggunaan Kosmetik Berbahaya
Penggunaan produk kosmetik berbahaya dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, baik secara ringan maupun berat. Beberapa efek yang sering terjadi antara lain:
Dampak Asam Retinoat
Asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering dan rasa terbakar. Pada ibu hamil, bahan ini bisa menyebabkan perubahan bentuk atau fungsi organ janin.
Dampak Merkuri
Merkuri dapat menyebabkan perubahan warna kulit seperti bintik hitam (ochronosis), reaksi alergi, iritasi kulit, sakit kepala, diare, muntah-muntah, dan kerusakan ginjal.
Dampak Hidrokinon
Hidrokinon juga sering ditemukan dalam produk berbahaya. Efeknya mencakup hiperpigmentasi, ochronosis, serta perubahan warna kornea dan kuku.
Dampak Timbal
Timbal dalam kosmetik dapat merusak fungsi organ dan sistem tubuh.
Dampak Pewarna Metanil Kuning
Bahan pewarna yang dilarang, seperti metanil kuning (methanyl yellow), bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, sistem saraf, dan otak.
Dampak Steroid
Steroid dapat menyebabkan biang keringat, atrofi kulit, hipertrikosis, fotosensitif, dan reaksi alergi.
Dampak Flusinolon Asetonida
Flusinolon asetonida bisa menyebabkan atrofi kulit, stretch mark, jerawat, dan ruam merah atau ungu. Jika digunakan dalam jangka panjang, bahan ini bisa menyebabkan disabilitas intelektual pada bayi.
Dampak Mometason Furoat
Mometason furoat dapat menyebabkan atrofi kulit atau penekanan sumbu Hipotalamus-Pituitari (HPA).
Tips untuk Memastikan Keamanan Kosmetik
Untuk memastikan keamanan produk kosmetik yang digunakan, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa izin edar BPOM. Tiga cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Memastikan nomor izin edar tercantum pada kemasan produk.
- Memverifikasi nomor izin edar melalui situs resmi BPOM.
- Menghindari produk yang tidak memiliki izin edar atau ditemukan dalam daftar produk berbahaya.

0 Komentar