
Terapi Hiperbarik di RSUD Cibinong Diburu Banyak Pasien
Terapi hiperbarik yang baru saja diluncurkan setahun lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, kini menjadi salah satu layanan medis yang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pasien yang sedang menjalani pengobatan hingga individu yang ingin meningkatkan kondisi kesehatan secara umum.
Menurut dr. Amelia Dwifka Putri, dokter spesialis anti-aging dan hiperbarik di RSUD Cibinong, jumlah peminat terapi ini sangat tinggi. Bahkan antrean untuk mendapatkan sesi terapi terbilang panjang. "Kami hanya mampu melayani 7 pasien per hari karena keterbatasan tenaga," jelasnya.
Manfaat Terapi Hiperbarik
Terapi hiperbarik menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Menurut dr. Amelia, terapi ini dapat mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan performa atlet, serta membantu meningkatkan imunitas dan vitalitas tubuh. Selain itu, terapi ini juga diklaim memiliki efek anti-penuaan dan bisa digunakan sebagai pendukung pemulihan pasca-stroke.
Dalam prosesnya, pasien akan diberikan oksigen murni dengan kadar sekitar 99,9 persen dalam ruangan bertekanan tinggi. Hal ini membuat pasien merasa seperti berada di kedalaman 14 meter di bawah permukaan laut. "Perbedaan kadar oksigen ini jauh lebih tinggi dibandingkan oksigen yang biasa kita hirup sehari-hari, yaitu sekitar 22-23 persen," tambahnya.
Sejarah dan Penggunaan Terapi Hiperbarik
Sebelumnya, terapi hiperbarik sering digunakan oleh para penyelam Angkatan Laut (AL) untuk mengatasi penyakit dekompresi akibat terlalu lama menyelam. Setelah melakukan penyelaman, para perwira AL biasanya masuk ke chamber (ruang hiperbarik) untuk pemulihan.
Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, terapi ini kini mulai digunakan untuk berbagai kondisi medis. Misalnya, untuk pasien luka bakar, luka bekas operasi, atau luka gores. Selain itu, terapi ini juga digunakan untuk pasien stroke, saraf terjepit, patah tulang, hingga kasus gangguan kesuburan.
Terapi untuk Kecantikan dan Kebugaran
Tidak hanya untuk kebutuhan medis, terapi hiperbarik juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan, mengatasi insomnia, dan meningkatkan kebugaran pada atlet. "Jika atlet mengalami kelelahan, badan pegal-pegal akibat penumpukan asam laktat, terapi oksigen dapat membantu mempercepat pembuangan asam tersebut," jelas dr. Amelia.
Proses dan Durasi Terapi
Durasi terapi hiperbarik bervariasi tergantung kondisi pasien. Beberapa pasien hanya butuh lima kali sesi, sementara yang lain mungkin memerlukan sepuluh kali. "Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda," ujarnya.
Salah satu contoh keberhasilan terapi ini adalah Ida Hariani, seorang pasien asal Kota Bogor. Ida menderita gejala stroke sejak akhir April 2025, yang menyebabkan kebas pada tangan sebelah kirinya. Ia bahkan harus menggunakan kursi roda selama beberapa waktu.
Setelah mengikuti lima kali terapi hiperbarik, Ida mengaku telah melihat perubahan signifikan. "Saya sudah bisa bergerak dan memegang barang. Tidur juga lebih nyenyak," katanya.
Kesimpulan
Terapi hiperbarik tidak hanya menjadi alternatif pengobatan, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup. Meski hanya sebagai terapi tambahan, manfaatnya sangat terasa bagi banyak pasien. Dengan penggunaan yang semakin luas dan efektivitas yang terbukti, terapi ini semakin populer di kalangan masyarakat.

0 Komentar