
Studi Genetik Menemukan Hubungan Antara Kecepatan Berjalan dan Usia Biologis
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecepatan berjalan memiliki kaitan langsung dengan usia biologis seseorang. Penelitian ini menggunakan data genetik dari ribuan partisipan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecepatan berjalan dan panjang telomer, yang merupakan indikator penting dalam memahami proses penuaan.
Apa Itu Telomer?
Telomer adalah bagian dari kromosom yang melindungi DNA dari kerusakan. Mirip dengan tutup pada ujung tali sepatu, telomer mencegah kromosom menjadi rusak saat sel membelah. Setiap kali sel membelah, telomer akan semakin pendek. Ketika telomer terlalu pendek, sel tidak lagi dapat membelah, yang dikenal sebagai "penuaan replikatif". Oleh karena itu, panjang telomer (LTL) dianggap sebagai indikator kuat usia biologis, yang bisa berbeda dari usia kronologis seseorang.
Kecepatan Berjalan dan Panjang Telomer
Peneliti dari Universitas Leicester, bekerja sama dengan National Institute for Health Research (NIHR) Leicester Biomedical Research Centre, melakukan studi terhadap data genetik dari 405.981 peserta Biobank Inggris. Mereka menemukan bahwa kecepatan berjalan yang lebih cepat dikaitkan dengan telomer yang lebih panjang, terlepas dari jumlah aktivitas fisik yang dilakukan.
Dr. Paddy Dempsey, penulis utama studi, menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya tentang hubungan antara kecepatan berjalan, aktivitas fisik, dan panjang telomer seringkali menghadapi tantangan seperti temuan yang tidak konsisten dan kurangnya data berkualitas tinggi. Dalam studi ini, data genetik memberikan bukti yang lebih kuat tentang hubungan sebab-akibat antara kecepatan berjalan dan panjang telomer.
Manfaat Berjalan Cepat
Meskipun manfaat berjalan bagi kesehatan telah lama diketahui, studi ini merupakan salah satu yang pertama membandingkan data genetik dengan kecepatan berjalan yang dilaporkan sendiri serta pengukuran intensitas gerakan dari perangkat pelacak aktivitas. Hasilnya menunjukkan bahwa intensitas aktivitas, seperti berjalan lebih cepat, berperan penting dalam memengaruhi panjang telomer.
Para peneliti juga menyatakan bahwa kecepatan berjalan yang lebih lambat bisa menjadi indikator risiko tinggi terhadap penyakit kronis atau penuaan yang tidak sehat. Misalnya, meningkatkan intensitas aktivitas, seperti berjalan lebih cepat ke halte bus, bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesehatan.
Studi Sebelumnya dan Temuan Baru
Sebelumnya, peneliti dari Universitas Leicester menemukan bahwa jalan cepat selama 10 menit sehari dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih panjang. Bahkan, pejalan kaki cepat memiliki harapan hidup hingga 20 tahun lebih lama dibandingkan dengan pejalan kaki lambat.
Studi ini juga menunjukkan bahwa hubungan antara kecepatan berjalan dan panjang telomer bersifat kausal, artinya kecepatan berjalan yang lebih cepat memang berkontribusi pada usia biologis yang lebih muda. Hal ini berbeda dengan asumsi sebelumnya yang menyatakan bahwa panjang telomer memengaruhi kecepatan berjalan.
Keterlibatan Peneliti dan Pendanaan
Tom Yates, penulis senior dan profesor di bidang aktivitas fisik dan kesehatan, menambahkan bahwa meskipun kecepatan berjalan telah terbukti menjadi prediktor kesehatan yang baik, studi ini memberikan bukti kuat bahwa kecepatan berjalan yang lebih cepat benar-benar berdampak positif pada usia biologis.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology dan didanai oleh berbagai lembaga penelitian, termasuk Medical Research Council, Biotechnology and Biological Sciences Research Council, dan British Heart Foundation. Selain itu, penelitian ini didukung oleh NIHR Leicester BRC, sebuah kemitraan antara Rumah Sakit Leicester, Universitas Leicester, dan Universitas Loughborough.

0 Komentar