Kamar Inap RSUDYA Tapaktuan Terendam Air Buangan AC

Kamar Inap RSUDYA Tapaktuan Terendam Air Buangan AC

Masalah Genangan Air di Ruang Inap Rumah Sakit Umum Daerah Yullidin Away (RSUDYA) Tapaktuan

Keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Yullidin Away (RSUDYA) Tapaktuan, Aceh Selatan, mengeluhkan kondisi ruangan inap yang tergenang air akibat tetesan buangan AC. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan potensi bahaya bagi para pengunjung rumah sakit.

Menurut laporan seorang keluarga pasien bernama Bakri, air dari AC terus menetes ke lantai sehingga ruangan terlihat seperti kolam. Ia menyampaikan bahwa pihak rumah sakit hanya memberikan timba bekas dan kain pel sebagai solusi sementara. "Ini ruang perawatan, bukan kamar mandi," ujarnya dengan rasa frustrasi.

Bakri menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien, terutama bagi lansia atau pasien dengan mobilitas terbatas. Ia berharap manajemen RSUDYA segera melakukan perbaikan menyeluruh dan memberikan penjelasan yang jelas kepada publik.

"Rumah sakit bukan sekadar tempat pengobatan, tetapi juga ruang harapan yang selayaknya bebas dari genangan air AC," tambahnya.

Penjelasan dari Pihak Rumah Sakit

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUDYA Tapaktuan, Salwiyadi, mengonfirmasi adanya keluhan pasien terkait air buangan AC yang menggenangi lantai ruang inap. Ia menjelaskan bahwa beberapa kamar mengalami gangguan dalam proses pembuangan AC.

Salwiyadi menambahkan bahwa pipa pembuangan AC tersebut terletak dalam dinding sesuai konstruksi awal gedung. Saat ini, pihak rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan terhadap sistem AC tersebut. Pasien yang terdampak telah dipindahkan ke kamar lain untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka.

Sejarah RSUDYA Tapaktuan

RSUD Dr H Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan, Aceh Selatan, memiliki sejarah panjang yang bermula dari era kolonial hingga menjadi rumah sakit regional modern saat ini.

Didirikan pertama kali sebagai RSU Tapa Toen (Tapaktuan) pada 23 Januari 1938, lokasi awalnya berada di tempat yang kini menjadi Akademi Perawat Kesehatan (AKPER) Tapaktuan. RSU ini diresmikan pada 23 Januari 1939 oleh Wakil Gubernur Jenderal Belanda, Yan Fiter V Khorfec Kihler, disaksikan oleh raja-raja Aceh Selatan dan pejabat tinggi Belanda.

Pada tahun 1957, rumah sakit dipindahkan ke lokasi baru di depan Taman Putri Naga, pesisir laut Tapaktuan. Karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, proyek ADB III merekomendasikan pembangunan rumah sakit baru di Desa Gunung Kerambil. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Aceh, Prof Dr Syamsuddin Mahmud pada 26 Januari 1997.

RSUDYA resmi dibuka sebagai rumah sakit baru pada 13 Mei 1999, dan berganti nama menjadi RSUD Dr H Yuliddin Away untuk mengenang tokoh lokal yang berjasa dalam pengobatan tradisional dan medis. Pada 20 Mei 1997, rumah sakit ini ditingkatkan menjadi Tipe C oleh Kementerian Kesehatan RI.

Selanjutnya, pada 3 Januari 2011, RSUDYA ditetapkan sebagai PPK-BLUD penuh sesuai SK Bupati Aceh Selatan. Pada 29 Juni 2012, rumah sakit ini lulus Akreditasi Tingkat Dasar dari KARS, menandakan pemenuhan standar pelayanan rumah sakit.

RSUDYA kini menjadi kebanggaan Aceh Selatan, melayani wilayah regional dan terus berkembang dalam kualitas serta fasilitas. Namun, masalah genangan air di ruang inap menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu segera diatasi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pasien.

Posting Komentar

0 Komentar