
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Penyebaran HIV/AIDS di TTS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dr. R.A Karolina Tahun, menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan program Zero AIDS. Meskipun ada tantangan yang dihadapi, upaya ini tetap dilakukan dengan berbagai strategi yang telah direncanakan.
Dalam sesi wawancara yang diadakan di ruang kerjanya pada Jumat (1/8/2025), dr. Karolina menyampaikan data terkini mengenai penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, pada tahun 2024 terdapat 8.819 kasus yang terskrining. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 orang ditemukan positif HIV, 65 di antaranya sedang menjalani pengobatan ARV, dan tiga orang meninggal dunia.
Sementara itu, pada bulan Juli 2025, tercatat 5.120 kasus yang terskrining. Dari jumlah tersebut, 46 orang ditemukan positif HIV, 30 di antaranya sedang menjalani pengobatan ARV, dan delapan orang meninggal dunia. Dari data ini terlihat adanya peningkatan angka kematian dari tahun 2024 hingga Juli 2025.
Tujuan Program Zero AIDS
Program Zero AIDS memiliki tujuan utama yaitu mencapai nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Menurut dr. Karolina, hal ini menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV/AIDS di TTS.
Kelompok yang paling rentan terinfeksi HIV di TTS adalah ibu hamil. Hal ini diketahui melalui proses triple eliminasi, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis. Namun, kelompok lain seperti laki-laki yang memiliki hubungan seksual sesama jenis juga dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi.
Strategi Pencegahan dan Pengobatan
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya pencegahan dini dan pengobatan. Salah satu langkah penting adalah penyediaan pengobatan ARV di tingkat puskesmas. Selain itu, pihaknya juga telah melatih dua angkatan tenaga kesehatan, termasuk dokter, analis, dan bidan, agar mampu menangani kasus HIV/AIDS secara efektif.
Jika terdapat kasus infeksi oportunistik yang lebih berat, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Di tempat tersebut, pasien dapat bertemu dengan spesialis yang mampu memberikan obat-obatan yang tepat.
Sosialisasi ABCDE sebagai Pencegahan Utama
Selain pengobatan, sosialisasi pencegahan juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi penyebaran HIV/AIDS. Dinas Kesehatan mempromosikan lima langkah pencegahan yang dikenal dengan istilah ABCDE:
- Abstinence: Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang bukan pasangan.
- Be faithful: Setia kepada pasangan.
- Kondom: Menggunakan kondom saat berhubungan seks.
- Drug No: Tidak mengonsumsi narkoba.
- Education: Sosialisasi tentang pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS.
Selain itu, para tenaga kesehatan (nakes) juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menjalankan tugas mereka.
Tantangan dalam Implementasi Program
Meski banyak upaya yang telah dilakukan, dr. Karolina menyebutkan bahwa masih ada beberapa tantangan dalam implementasi program ini. Salah satunya adalah stigma yang berkembang di masyarakat. Banyak orang menganggap HIV/AIDS sebagai penyakit kutukan, yang hanya menimpa orang-orang yang melakukan dosa.
Stigma ini menyebabkan diskriminasi terhadap ODHA. Akibatnya, banyak ODHA enggan mengambil obat karena takut dihakimi oleh masyarakat. Selain itu, keinginan untuk minum obat juga sering kali tidak ada karena pengobatan ARV harus dilakukan seumur hidup.
Pesan untuk Masyarakat
dr. Karolina berharap masyarakat dapat memberikan dukungan kepada ODHA, bukan malah menyalahkan atau menghakimi mereka. Ia menekankan bahwa meskipun obat tidak menyembuhkan, namun bisa memperpanjang usia harapan hidup pasien. Oleh karena itu, jika ada saudara, teman, atau pasien ODHA yang tidak minum obat, masyarakat harus membantu mereka untuk menjalani pengobatan.
Dengan berbagai langkah yang telah diambil, diharapkan angka penularan HIV, kematian akibat AIDS, serta stigma terhadap ODHA dapat diminimalisir.

0 Komentar