Setelah Viral Penganiayaan, Musrika Jemput Nortaji, Menangis Janji Merawat

Featured Image

Kasus Penganiayaan Ibu oleh Anak Kandung di Probolinggo: Akhir yang Menyentuh

Setelah viralnya kasus penganiayaan dan penelantaran terhadap ibu, kini ada kabar menyenangkan yang datang dari Probolinggo. Musrika, anak kandung Nortaji, akhirnya memutuskan untuk menjemput ibunya setelah sebelumnya menelantarkan dan menganiayanya.

Momen ini berlangsung dengan penuh emosi. Musrika tampak tidak mampu menahan air mata saat memeluk ibunya. Rasa penyesalan terlihat jelas di wajahnya. Sementara itu, saudara-saudaranya juga turut menangis, menunjukkan perasaan haru atas kejadian yang telah terjadi.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, pendiri Griya Lansia Malang, @ariefcamra, membagikan momen tersebut. Dalam narasi yang disampaikannya, ketiga anak Nortaji berjanji akan merawat ibunya dengan baik. Mereka bertiga sepakat untuk menjaga kesejahteraan ibu mereka, meskipun sebelumnya ada konflik yang terjadi.

Nortaji sendiri tampak sangat terharu saat melihat anak-anaknya datang menjemputnya dari panti jompo. Pihak kepolisian setempat juga hadir dalam proses penjemputan ini. Dengan begitu, Nortaji dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua orang. Meski ada kesulitan dalam hidup, orang tua tetap harus menjadi prioritas utama. Semoga kejadian ini bisa menjadi hikmah bagi masyarakat luas.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, video yang menampilkan perilaku buruk Musrika terhadap ibunya sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita berbaju hijau yang menghardik lansia. Wanita tersebut bahkan mendorong ibunya sampai jatuh. Untungnya, aksi tersebut berhasil dilerai oleh tetangganya.

Selain itu, dalam video lainnya, lansia tersebut nampak tidur di rumput pinggir jalan. Narasi dalam video tersebut menyebutkan bahwa seorang anak menganiaya ibunya secara terang-terangan, lalu mengusir dan membuangnya di pinggir jalan.

Setelah menerima laporan tentang video tersebut, Arief Camra langsung tiba di lokasi kejadian. Tanpa ragu, ia segera memandikan Nortaji dan membawanya ke ambulans. Sebelum membawa Nortaji ke Griya Lansia Malang, Arief sempat bertemu dengan Musrika.

Dalam percakapan tersebut, Arief menanyakan apakah Musrika sudah bulat hati untuk menyerahkan ibunya ke panti jompo. Musrika menjawab dengan singkat, tanpa rasa penyesalan. Bahkan, ia menyatakan bahwa dirinya sudah ikhlas dan tidak menyesal.

Arief kemudian memastikan bahwa Nortaji akan dibawa ke Griya Lansia Malang hingga meninggal dunia. Musrika pun menyetujui hal tersebut. Ia juga meminta agar tidak diberitahu jika ibunya meninggal dunia.

Pihak Griya Lansia memiliki aturan bahwa jika lansia masih memiliki keluarga namun dititipkan ke panti jompo, maka keluarga tidak boleh lagi bertemu. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para lansia.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga dan menghormati orang tua. Semoga kejadian ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli pada orang tua mereka.

Posting Komentar

0 Komentar