Cara Bertahan di Perusahaan Beracun, Ingat Tujuan Awal!

Featured Image

Mempertahankan Semangat Kerja di Lingkungan yang Tidak Sehat

Tidak semua orang bekerja di bidang yang sesuai dengan keahlian atau pendidikan mereka. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang untuk menjalani karier. Setiap pekerjaan pasti memiliki tantangan masing-masing, dan kuncinya adalah semangat serta komitmen terhadap pekerjaan tersebut.

Lingkungan kerja memainkan peran penting dalam menjaga semangat seseorang. Jika lingkungan kerja sehat dan mendukung, maka seseorang akan lebih produktif dan bahkan bisa mencintai pekerjaannya. Sebaliknya, jika suasana kantor negatif dan berpotensi toxic, maka seseorang justru akan merasa tertekan dan risiko gangguan kesehatan mental meningkat.

Dalam situasi seperti ini, sering kali muncul rasa bimbang. Di satu sisi, ada keinginan untuk mengundurkan diri, tetapi di sisi lain, mencari pekerjaan baru sangat sulit. Akibatnya, seseorang terpaksa bertahan di lingkungan yang tidak menyenangkan.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk bertahan di lingkungan kerja yang toxic:

1. Jangan Bawa Pekerjaan ke Rumah

Pertama-tama, penting untuk memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jangan membawa masalah kantor ke rumah. Ini bisa membuat kamu tidak memiliki waktu untuk menikmati momen bersama keluarga atau diri sendiri. Ingatkan diri bahwa pekerjaan bukanlah segalanya. Kehidupan di luar kantor juga penting dan bisa memberikan kebahagiaan.

2. Hindari Drama di Tempat Kerja

Coba hindari terlibat dalam drama yang terjadi di kantor. Drama bisa menguras energi dan emosi. Jaga jarak dari orang-orang yang cenderung memicu konflik. Fokuslah pada tugas dan tanggung jawab utama. Meski begitu, kamu tetap bisa berinteraksi dengan rekan kerja selama tidak terjebak dalam pembicaraan yang tidak relevan.

3. Ingat Tujuan Awal Bekerja

Ketika semangat mulai menurun, cobalah mengingat tujuan awal kamu bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa membantu kamu tetap bertahan sementara hingga akhirnya memutuskan untuk mencari peluang baru.

4. Ciptakan Ruang Kerja yang Positif

Meski lingkungan kerja tidak ideal, kamu masih bisa menciptakan ruang kerja yang positif. Menempatkan foto orang tercinta atau sticky notes dengan kutipan motivasi di meja kerja bisa membantu meningkatkan semangat dan rasa tenang saat bekerja.

5. Cari Support System di Luar Kantor

Memiliki seseorang di luar kantor sebagai tempat curhat bisa menjadi cara untuk mengelola emosi. Saat berbicara, pastikan kamu memberi tahu apakah kamu hanya ingin bercerita tanpa membutuhkan respons. Hal ini bisa mencegah munculnya emosi baru karena komentar dari orang tersebut.

6. Tetapkan Batasan dan Jangan Overworking

Belajar menolak tugas tambahan yang tidak wajib dilakukan. Jangan bekerja hingga larut malam atau membuka email di luar jam kerja. Batasan ini tidak hanya baik untuk kamu, tetapi juga bagi rekan kerja yang bekerja di sekitarmu. Jangan merespons panggilan bos saat hari libur.

7. Selesaikan Kesalahpahaman Secara Baik-Baik

Jika kamu sedang dalam situasi dimusuhi oleh rekan atau atasan karena kesalahpahaman, jangan langsung pergi tanpa memberi penjelasan. Hal ini bisa memperburuk situasi. Ajak diskusi dengan orang yang menjadi penyebab masalah. Bertanyalah secara baik dan mintalah agar mereka menghentikan drama tersebut.

Lingkungan kerja yang negatif dapat memengaruhi performa dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi mengatasi tantangan nonteknis agar tetap bisa menjalani pekerjaan dengan baik. Dengan langkah-langkah di atas, kamu bisa tetap bertahan meskipun bekerja di lingkungan yang tidak ideal.

Posting Komentar

0 Komentar