
Mengenali dan Mencegah Burnout di Kalangan Gen Z
Sebagai karyawan kantoran, seseorang berisiko mengalami burnout akibat beban kerja yang berlebihan. Burnout adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat lelah karena tekanan dan tuntutan pekerjaan yang terlalu berat. Tidak hanya orangtua, generasi muda seperti Gen Z juga bisa mengalami kondisi ini. Kondisi ini dapat memengaruhi kinerja dan kehidupan sehari-hari, termasuk pengelolaan waktu dan produktivitas.
Mencegah burnout sebelum terjadi merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup dan pekerjaan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh Gen Z untuk menghindari burnout:
1. Manajemen Stres yang Efektif
Salah satu cara untuk mencegah burnout adalah dengan mengelola stres secara efektif. Selain mengatur pekerjaan, kamu juga perlu mengelola stres yang muncul dari lingkungan kerja. Jika merasa stres, cobalah berbicara dengan orang lain atau menyalurkan energi negatif melalui aktivitas seperti menulis jurnal, berolahraga, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ini membantu mencegah stres menumpuk dan berujung pada burnout.
2. Menetapkan Batasan yang Jelas
Batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sangat penting untuk dijaga. Banyak karyawan cenderung memeriksa email atau menjawab pesan rekan kerja di luar jam kerja. Namun, jika hal ini menjadi kebiasaan, maka batas antara pekerjaan dan kehidupan akan hilang. Oleh karena itu, penting untuk berani menolak panggilan yang tidak mendesak atau tidak perlu diperhatikan saat sedang berada di rumah.
3. Melakukan Aktivitas Self Care
Self care adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik. Saat bekerja, sering kali kita mengabaikan hal-hal yang menyenangkan dan fokus hanya pada tugas-tugas. Untuk menghindari burnout, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas self care seperti meditasi, istirahat, atau bahkan sekadar tidur cukup. Ini membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
4. Mengubah Mindset Terhadap Pekerjaan
Perubahan mindset sangat penting dalam mencegah burnout. Hindari terlalu perfeksionis karena ini bisa membuatmu merasa kewalahan. Lakukan tugas sesuai kemampuan tanpa menguras tenaga dan pikiran. Ingat bahwa bekerja terlalu keras tidak selalu memberikan hasil yang baik, justru bisa menyebabkan sakit dan tekanan mental. Jangan lupa bahwa kamu adalah individu yang memiliki mimpi dan minat di luar pekerjaan.
5. Meminta Bantuan dan Membagi Tugas
Burnout sering terjadi ketika seseorang terlalu memikul beban sendirian. Untuk menghindarinya, kamu perlu meminta bantuan dari orang lain jika diperlukan. Jangan ragu untuk menolak tugas yang bukan tanggung jawabmu atau membagi tugas kepada rekan kerja. Dengan begitu, beban kerja akan lebih ringan dan pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efisien.
6. Menyisihkan Waktu untuk Hobi dan Kesukaan
Hidup yang hanya berpusat pada pekerjaan tanpa ada hiburan bisa menyebabkan burnout. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai. Mulailah kembali hobi yang pernah kamu tekuni saat masih sekolah, seperti menonton film favorit, bermain game, atau melakukan aktivitas kreatif lainnya. Hal ini bisa menjadi sarana melepas stres dan menjaga kesehatan mental.
7. Mengambil Waktu Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kinerja dan kesehatan. Jangan gunakan waktu istirahat untuk bekerja. Contohnya, saat makan siang, fokuslah pada istirahat dan bukan pada pekerjaan. Istirahat yang tepat akan membantu kamu kembali segar dan siap bekerja dengan optimal.
Dengan menerapkan tujuh cara di atas, Gen Z dapat menghindari burnout dan tetap bekerja dengan efisien serta nyaman. Penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar tetap bahagia dan sehat secara mental maupun fisik.

0 Komentar