
Kehidupan Dokter yang Memilih Tinggal di Kolong Jembatan
Seorang dokter spesialis THT yang kini menjadi sorotan publik, Hafiz, memilih untuk meninggalkan kehidupan yang sebelumnya penuh dengan prestise. Dikenal sebagai sosok yang agamis dan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mumpuni, ia kini tinggal di kolong jembatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang alasan di balik perubahan hidupnya.
Latar Belakang dan Perjalanan Hidup
Hafiz adalah lulusan Universitas Indonesia (UI) yang kemudian melanjutkan studi spesialisasi di Singapura. Sebelumnya, ia pernah membuka praktik medis di Jakarta. Namun, kehidupannya tiba-tiba berubah setelah istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Menurut informasi yang beredar, istrinya berasal dari Indramayu dan sedang dalam perjalanan menuju Jakarta saat kecelakaan terjadi.
Setelah kejadian itu, Hafiz menghilang dari dunia medis dan mulai tinggal di kolong jembatan. Ia tidak lagi terlihat di lingkungan profesionalnya, dan keberadaannya menjadi teka-teki bagi banyak orang.
Surat dan Nomor Telepon yang Ditinggalkan
Pada suatu hari, Hafiz meninggalkan sebuah surat di depan gubuknya. Surat tersebut menyatakan bahwa ia akan libur beberapa bulan lagi dan mencari ketenangan jiwa. Ia juga menulis bahwa hidup bukanlah tentang ketenaran, tetapi perjalanan menuju Tuhan. Di dalam surat itu, terdapat nomor telepon pribadinya: 082136764449.
Surat tersebut kemudian diunggah oleh akun YouTube Sinau Hurip. Pemilik akun tersebut, Mas Adi, mengaku tidak bisa menemui Hafiz langsung dan memberikan bantuan makanan dari para pengikutnya. Meskipun begitu, banyak rekan sejawat dan orang-orang yang peduli ingin membantu.
Kontradiksi dalam Cerita Hafiz
Beberapa informasi yang disampaikan Hafiz kepada orang-orang berbeda-beda. Misalnya, ia pernah menyebut dirinya sebagai anak tunggal, namun kepada seorang wanita dari Sidoarjo, ia menyebut dirinya memiliki enam saudara. Selain itu, ia juga pernah menyampaikan bahwa istrinya meninggal dalam kecelakaan, tetapi pada kesempatan lain, ia mengatakan bahwa istrinya meninggal saat melahirkan.
Sementara itu, ia pernah menyatakan bahwa ia kuliah di UI, tetapi kepada teman wanitanya, ia mengklaim bahwa ia kuliah di Jember sambil menjadi penyiar radio. Berbagai kontradiksi ini membuat banyak orang penasaran dengan kebenaran kisah hidupnya.
Kehidupan di Kolong Jembatan
Warga sekitar mengenal Hafiz sebagai sosok yang agamis dan sering menyedekahkan uang atau barang. Meski tinggal di kolong jembatan, ia tidak sepenuhnya hidup dalam kemiskinan. Beberapa tetangga menyebut bahwa ia memiliki aset seperti perumahan elit di Semarang dan kapal tongkang di Kalimantan.
Menurut cerita dari tetangganya, Hafiz pernah meminta petunjuk spiritual dari seorang guru di kawasan Makam Sunan Kalijaga. Guru tersebut menyarankan agar ia meninggalkan profesinya dan menjalani kehidupan menyepi.
Pencarian dan Penelusuran
Tim TribunJateng.com mencoba menelusuri keberadaan Hafiz. Mereka mengunjungi lokasi kolong jembatan di dekat Bendung Kalijajar, tetapi tidak menemukan tanda-tanda kehadirannya. Dua hari kemudian, mereka kembali, tetapi Hafiz tetap tidak ada.
Seorang tetangga mengungkapkan bahwa Hafiz dulu adalah seorang dokter dan istrinya meninggal dalam kecelakaan. Ia juga membantah kabar bahwa Hafiz memiliki anak.
Selain itu, tim juga mencoba mengunjungi Makam Sunan Kalijaga dan Makam Pangeran Wijid II. Meski sempat menemukan sosok mirip Hafiz, ternyata pria tersebut bernama Joko dan bukan Hafiz yang dicari.
Kesimpulan
Hafiz kini menjadi misteri yang belum terpecahkan. Dari seorang dokter spesialis THT yang pernah menghabiskan waktu di Jakarta, ia kini memilih hidup di bawah kolong jembatan. Apakah ia mencari pelarian, penebusan, atau kebebasan yang tak bisa diberikan dunia sebelumnya? Pertanyaan itu masih menjadi teka-teki yang belum terjawab.

0 Komentar