VICTOR MWONGERA: Dari penghafalan ke pemikiran - Mengubah pengajaran STEM melalui pembimbingan

VICTOR MWONGERA: Dari penghafalan ke pemikiran - Mengubah pengajaran STEM melalui pembimbingan

Tahun ini, siswa kelas 9 di seluruh Kenya menghadapi salah satu keputusan paling penting dalam perjalanan akademik mereka: memilih jalur karier. Untuk pertama kalinya, di bawah Kurikulum Berbasis Kompetensi, siswa harus memilih antara tiga jalur: STEM (Sains, Teknologi, Teknik & Matematika), Ilmu Sosial, dan Seni & Ilmu Olahraga.

Ini lebih dari sekadar milestone kurikulum. Ini menandai perubahan penting dalam bagaimana generasi pekerja, pengusaha, dan inovator berikutnya akan dibentuk.

Dengan pemerintah yang menetapkan bahwa semua sekolah harus menyediakan STEM sebagai jalur pendidikan dan menetapkan target nasional sebesar 60 persen partisipasi STEM pada kelas 10, fokusnya jelas tertuju pada seberapa baik siswa memahami implikasi jangka panjang dari pilihan mereka. Dan hal itu sepenuhnya wajar. STEM adalah mesin yang kuat untuk transformasi ekonomi.
Dari digitalisasi dan TI hingga kesehatan, teknik, pertanian, dan energi hijau, bidang-bidang terkait STEM sedang mendorong penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan kompetitif global.
Di Kenya, di mana lebih dari 75 persen populasi berusia di bawah 35 tahun, STEM memiliki potensi untuk membuka karier yang bersifat transformasional dan mendorong seluruh industri.
Tetapi kenyataannya adalah ini: reformasi kurikulum dan perluasan jalur hanyalah sebagian dari persamaan. Peserta didik tidak hanya harus diberi pilihan, tetapi mereka harus didukung untuk membuat pilihan yang terinformasi dan percaya diri.
Itulah sebabnya wewenang, motivasi, dan akses terhadap bimbingan karier sama pentingnya dengan infrastruktur dan kesiapan guru. Unsur-unsur yang lebih lembut namun penting ini sering kali diabaikan dalam diskusi kebijakan, tetapi mereka adalah perekat yang menghubungkan ambisi dengan peluang. Jika CBC benar-benar berpusat pada peserta didik, maka kita harus menjadikan perjalanan peserta didik, harapan, bakat, pertanyaan, dan kecemasannya sebagai inti dari peralihan ini.
Pameran karier, pameran nasional, dan kompetisi inovasi adalah salah satu cara paling efektif untuk melakukan ini. Ketika peserta didik diberikan platform untuk menjelajahi minat mereka dan terlibat dengan aplikasi dunia nyata dari sains dan teknologi, pembelajaran abstrak di kelas berubah menjadi pengalaman hidup. Pameran Sains dan Teknologi Nasional Young Scientists Kenya berikutnya merupakan contoh nyata dari hal ini.
Dalam acara nasional yang diadakan pada 4 hingga 9 Agustus, 150 tim siswa dari semua 47 kabupaten akan berkumpul untuk memamerkan inovasi, mempresentasikan ide-ide mereka dan membela proyek mereka di depan para ahli industri, pendidik dan masyarakat umum. Pengalaman ini sangat luar biasa, siswa melihat apa yang mungkin dicapai, bertemu teman sebaya yang memiliki minat yang sama dan seringkali pergi dengan semangat, fokus yang lebih baik dan pengetahuan yang lebih baik tentang masa depan mereka.
Jenis paparan ini bukanlah kemewahan; ini adalah kebutuhan. Agar para pembelajar dapat berambisi, mereka harus terlebih dahulu diinspirasi.
Langkah berikutnya adalah skala. Untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal, bimbingan karier harus sistematis di seluruh negeri, terutama di daerah yang kurang terlayani.
Kemitraan publik-swasta antara sekolah, industri, dan organisasi seperti YSK dapat membantu mengatasi celah dan menciptakan jalur yang kuat untuk karier di bidang STEM. Dan secara krusial, sistem pendidikan harus memperkuat bahwa semua jalur memiliki nilai. STEM sangat penting, tetapi Ilmu Sosial dan Seni juga sama pentingnya bagi masa depan yang seimbang dan inklusif.
Sementara Kenya terus bergerak maju dalam perjalanannya menuju CBC, marilah kita jangan mengurangi bimbingan karier menjadi sekadar percakapan di kelas. Mari kita tanamkan bimbingan karier ke dalam budaya pendidikan kita melalui pembimbingan, kompetisi, dan keterlibatan peserta didik yang konsisten. Masa depan ekonomi kita bergantung pada ini. Lebih penting lagi, masa depan anak-anak muda kita juga bergantung pada ini.
Penulis adalah direktur nasional Young Scientists Kenya
Disediakan oleh SyndiGate Media Inc. (Syndigate.info).

Posting Komentar

0 Komentar