
Aksi Heroik Bidan Dona yang Viral di Media Sosial
Bidan Dona, seorang tenaga kesehatan yang telah berkiprah selama lebih dari dua dekade di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, menjadi sorotan setelah aksinya menyeberangi sungai dengan menggunakan renang untuk mengobati pasien viral di media sosial. Aksi tersebut tidak hanya menunjukkan dedikasi tinggi, tetapi juga membangkitkan rasa kepedulian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Menyeberangi Sungai demi Kepedulian
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat Bidan Dona (46 tahun) berenang melintasi sungai yang deras dan dalam. Ia membawa tas ransel di punggungnya, namun hal itu tidak menghentikan semangatnya. Sebelum melakukan perjalanan, ia mencoba berjalan di air, namun ternyata air mencapai leher dan memiliki kedalaman yang cukup dalam. Meski demikian, ia berhasil menyeberangi sungai tersebut tanpa kesulitan berarti.
Aksi ini terjadi pada Jumat (1/8/2025) pagi. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju Jorong Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, untuk mengunjungi seorang pasien. Pasien tersebut sudah lama menghubungi Dona untuk meminta pengobatan. Setelah pulang dari pelatihan di Pekanbaru, ia langsung bergegas menuju lokasi.
Menghadapi Tantangan yang Berat
Saat perjalanan, Dona mendengar kabar bahwa jembatan penghubung antara dua nagari telah roboh akibat arus sungai. Hal ini membuatnya harus mencari alternatif lain untuk sampai ke lokasi. Tanpa persiapan khusus, ia memutuskan untuk berenang melewati sungai meskipun tidak membawa perlengkapan apa pun.
“Saya tidak tahu jembatannya putus, jadi tidak bawa perlengkapan apapun. Tapi karena pasien butuh bantuan dan tidak mungkin saya menolak, saya putuskan berenang,” ujarnya.
Selain menyeberangi sungai, perjalanan Dona juga penuh tantangan. Ia harus melewati hutan dan jalan yang rusak parah. Bahkan, ia sempat terjatuh ke lumpur hingga tiga kali. Namun, ia tetap bersemangat dan fokus pada tujuan utamanya, yaitu memberikan layanan kesehatan kepada warga.
Kemampuan Berenang yang Membantu
Bidan Dona mengaku memiliki kemampuan berenang yang baik sejak masa sekolah. Ia bahkan pernah ikut lomba renang saat SMA. Hal ini memberinya keyakinan diri untuk menyeberangi sungai. Selain itu, ia juga berenang kembali setelah selesai mengobati pasien.
Pasien yang dikunjungi oleh Dona kini telah pulih. Namun, ia berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur di wilayah tersebut, terutama jalan dan jembatan penghubung antar nagari. “Semoga jembatan segera diperbaiki. Jalan pun diperhatikan karena bidan lain dan saya sering ke sana untuk mengobati warga,” harapnya.
Dedikasi yang Menginspirasi
Aksi Bidan Dona tidak hanya menunjukkan profesionalisme sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga ketulusan hati untuk membantu sesama. Di tengah kondisi alam yang sulit, ia tetap berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang layak. Hal ini membuat banyak orang terkesan dan merasa bahwa masih ada banyak orang baik di negeri ini.
Kisah Dona bisa menjadi contoh nyata tentang pentingnya dedikasi, keberanian, dan komitmen dalam menjalankan tugas. Dengan semangat seperti ini, diharapkan akan muncul lebih banyak tenaga kesehatan yang siap bekerja di daerah terpencil, sehingga layanan kesehatan dapat lebih merata dan mudah diakses oleh semua kalangan.

0 Komentar