
Cara Mudah Menanam Tauge di Rumah
Menanam tauge di rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tauge memiliki rasa segar dan renyah, sehingga sering digunakan dalam berbagai hidangan seperti tumisan, sup, atau sebagai pelengkap salad. Meskipun mudah ditemukan di pasar atau supermarket, menanam sendiri di rumah juga sangat mungkin dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.
Berikut ini adalah delapan langkah mudah untuk menanam tauge di rumah:
Persiapan Wadah
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan wadah. Anda dapat menggunakan botol kaca atau plastik yang lebar. Pastikan wadah tersebut sudah steril dengan mencucinya menggunakan air sabun panas. Setelah itu, keringkan wadah menggunakan handuk bersih dan letakkan di atas meja. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi dari bakteri atau jamur yang bisa mengganggu proses pertumbuhan tauge.
Pemilihan Benih
Pilih benih yang akan digunakan untuk menanam tauge. Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain kacang hijau (moong), kacang kedelai, biji bunga matahari, atau biji gandum. Kacang hijau biasanya menjadi pilihan utama karena mudah ditanam dan cepat berkecambah. Pastikan benih yang dipilih masih utuh dan kering.
Penyimpanan dan Pencucian Benih
Ambil sekitar 100 gram kacang yang telah dipilih dan masukkan ke dalam mangkuk bersih. Cuci kacang tersebut dengan air sambil diaduk. Setelah itu, tiriskan airnya dan ulangi proses pencucian hingga air menjadi jernih. Setelah bersih, pindahkan kacang ke dalam wadah yang telah disiapkan.
Pengisian Air dan Penutupan
Isi wadah dengan air bersuhu ruangan hingga sepertiga bagian. Sisa ruang di dalam wadah diperlukan agar kecambah dapat tumbuh dan udara dapat mengalir. Tutup mulut wadah dengan handuk bersih atau kain katun tipis, lalu kencangkan dengan karet gelang. Ini akan membantu menjaga kelembapan dan mencegah kontaminasi.
Perendaman Benih
Letakkan wadah di atas meja dan biarkan kacang direndam. Untuk biji-bijian yang lebih kecil, cukup rendam selama sekitar tiga jam. Sedangkan untuk kacang yang lebih besar seperti buncis, dianjurkan untuk direndam semalaman. Proses ini memungkinkan benih menyerap air dan mulai berkembang.
Penyiraman dan Pemrosesan
Setelah biji membesar dua kali lipat, buka penutupnya dan tiriskan airnya. Siramkan air ke sekitar wadah untuk membersihkan kacang. Kuras kembali airnya dan letakkan kain kembali di atas wadah. Pastikan wadah ditempatkan pada sudut 45 derajat agar kelembapan berlebih dapat mengalir keluar dan udara dapat bergerak di sekitar wadah. Untuk memastikan kondisi optimal, simpan wadah di atas rak piring.
Perlindungan dari Cahaya
Jauhkan wadah dari sinar matahari langsung dan cahaya lainnya. Jika tidak, tauge akan matang terlalu cepat dan tidak akan berkecambah. Simpan wadah di ruangan gelap dan tutupi dengan kain hitam atau berwarna gelap. Buka wadah dua kali sehari dan berikan air pada bagian kain. Hindari paparan cahaya selama proses ini.
Panen dan Penyimpanan
Setelah enam hari, kecambah akan siap dipanen. Buka kainnya, masukkan kecambah ke dalam saringan, dan bilas selama beberapa menit. Keringkan dengan tisu dapur dan siap digunakan. Tauge dapat dimakan mentah atau diolah sesuai selera. Simpan sisa kecambah di lemari es dalam wadah kedap udara dan gunakan dalam waktu dua hingga tiga hari.

0 Komentar