5 Bahaya Memotong Kumis Kucing Menurut Dokter Hewan

Featured Image

Peringatan Dokter Hewan: Jangan Gunting Kumis Kucing

Kumis kucing bukan hanya sekadar bagian dari wajahnya, melainkan merupakan organ sensorik penting yang membantu kucing dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Anggun Puspita, dokter hewan di Klinik BenBen Petcare Jakarta, menegaskan bahwa menggunting kumis kucing dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perilaku kucing. Dengan pengalaman lebih dari sembilan tahun dalam bidang ini, ia menjelaskan bahwa kumis memiliki peran vital dalam navigasi dan interaksi kucing dengan lingkungan sekitarnya.

Fungsi Utama Kumis Kucing

Kumis kucing berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami lingkungan. Seperti radar, kumis mampu mendeteksi getaran kecil dan perubahan halus pada aliran udara. Hal ini membantu kucing dalam menavigasi ruangan, mengenali rintangan, serta memahami posisi benda-benda di sekitarnya. Tanpa kumis, kucing bisa mengalami gangguan keseimbangan, seperti orang mabuk, dan cenderung menabrak benda atau terjatuh.

Bahaya Menggunting Kumis Kucing

  1. Tidak Bisa Berjalan Seimbang
    Menggunting kumis dapat membuat kucing sulit menjaga keseimbangan. Mereka mungkin berjalan dengan goyah, stres, cemas, dan bahkan bersembunyi karena merasa tidak aman.

  2. Takut Melewati Celah atau Pintu
    Kumis kucing berfungsi sebagai alat ukur untuk menentukan lebar celah atau pintu. Tanpa kumis, kucing kesulitan menilai apakah mereka bisa melewati suatu area dengan aman. Hal ini bisa menyebabkan kucing menjadi ragu, takut, atau bahkan menghindari jalan tertentu.

  3. Disorientasi
    Kucing menggunakan kumis untuk memahami lingkungan. Tanpa kumis, mereka bisa mengalami disorientasi, merasa tertekan, dan kesulitan menavigasi ruangan dengan percaya diri.

  4. Risiko Cedera Mata
    Kumis juga membantu melindungi mata kucing dari debu dan partikel asing. Tanpa kumis, kucing lebih rentan mengalami cedera mata karena tidak ada perlindungan alami.

  5. Bingung dan Stres
    Kucing tanpa kumis cenderung bingung dan stres karena tidak menerima informasi yang sama seperti biasanya. Hal ini bisa memicu perubahan perilaku, seperti menjadi pendiam, tidak aktif, atau bahkan agresif.

Apa Itu Kumis Kucing?

Kumis kucing, atau dikenal juga sebagai vibrissae, adalah bulu pelindung khusus yang terbuat dari keratin, protein serupa dengan cakar dan bulu kucing. Struktur ini lebih kasar dan tebal dibanding bulu lain di tubuh kucing. Akar kumis berada tiga kali lebih dalam di kulit dan dikelilingi kantong darah serta saraf sensorik yang sangat sensitif.

Kumis kucing mampu menangkap getaran dan perubahan aliran udara di sekitarnya. Informasi ini kemudian dikirim ke otak kucing, membantu mereka menemukan mangsa saat berburu atau memahami lingkungan, terutama dalam kondisi gelap. Dengan fungsi ini, kumis kucing menjadi alat vital dalam kehidupan kucing, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Kesimpulan

Menggunting kumis kucing tidak hanya merugikan kesehatan tetapi juga berdampak buruk pada perilaku dan kepercayaan diri kucing. Sebagai pemilik, penting untuk memahami bahwa kumis bukanlah sekadar aksesori, melainkan alat bantu penting dalam kehidupan kucing. Oleh karena itu, hindari memotong kumis kucing dan jaga kesehatannya agar kucing tetap nyaman dan aman dalam lingkungan sehari-hari.

Posting Komentar

0 Komentar