Mata Lelah? Ini Cara Jaga Kesehatan Mata di Era Digital

Featured Image

Penggunaan Gadget dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mata

Di era digital saat ini, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan tablet telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja hingga hiburan, semua aktivitas sering kali melibatkan interaksi dengan layar. Namun, kebiasaan ini membawa konsekuensi yang signifikan terhadap kesehatan mata.

Menurut data global, pada tahun 2025, gangguan penglihatan akan menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan. Diperkirakan sekitar 285 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan penglihatan, dengan 39 juta di antaranya mengalami kebutaan. Sementara itu, 246 juta orang lainnya menderita penglihatan rendah. Fenomena ini sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan menatap layar dalam waktu lama tanpa istirahat.

Ketika mata fokus pada satu objek dalam jarak dan arah yang sama secara terus-menerus, otot-otot mata bekerja lebih keras dan mudah lelah. Kebiasaan ini sering kali tidak disadari, tetapi secara bertahap dapat merusak penglihatan. Menurut Profesor Chris Lohmann dari sebuah rumah sakit di Jerman, "Biasanya, kita mengedipkan mata setiap 10 detik. Tapi jika menatap layar, kita hanya kedip setiap 30 atau 40 detik." Frekuensi kedipan yang berkurang menyebabkan lapisan air mata mengering lebih cepat, yang akhirnya menyebabkan iritasi dan penglihatan menjadi kabur.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Untuk mengatasi dan mencegah gangguan mata akibat penggunaan gadget, berikut beberapa langkah sederhana namun efektif:

  • Jaga Jarak Pandang
    Saat menggunakan gawai, pertahankan jarak sekitar 40–50 cm antara mata dan layar untuk mengurangi paparan cahaya biru yang bisa merusak retina.

  • Kurangi Kecerahan Layar
    Atur tingkat kecerahan agar tidak terlalu terang dan sesuaikan dengan kondisi pencahayaan ruangan untuk menghindari ketegangan mata.

  • Terapkan Aturan 20-20-20
    Untuk mencegah Computer Vision Syndrome (CVS), biasakan untuk mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

  • Relaksasi Mata
    Gosok kedua telapak tangan hingga hangat, lalu letakkan di atas kelopak mata yang terpejam selama beberapa detik. Bisa juga dengan memijat pelan pelipis kanan dan kiri untuk meredakan ketegangan otot mata.

  • Batasi Waktu Penggunaan Gadget
    Sebaiknya durasi penggunaan gadget tidak melebihi 2 jam secara terus-menerus. Setelah itu, istirahatkan mata minimal selama 10–15 menit.

Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata

Selain kebiasaan yang baik dalam menggunakan layar, mengonsumsi makanan bergizi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata:

  • Wortel
    Kaya akan beta-karoten dan vitamin A, wortel membantu melindungi mata dari kerusakan dan mencegah penyakit seperti katarak dan degenerasi makula.

  • Telur
    Mengandung lutein, zeaxanthin, dan vitamin A yang berfungsi menjaga kesehatan retina dan mengurangi risiko gangguan penglihatan akibat penuaan.

  • Bawang Putih
    Mengandung senyawa sulfur dan antioksidan yang dapat memperkuat jaringan mata serta melindungi lensa dari kerusakan akibat radikal bebas.

Waspadai Gejala Dini Gangguan Mata

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda awal gangguan mata akibat penggunaan gadget antara lain mata terasa kering, lelah, pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri leher dan bahu. Jika mengalami gejala ini secara berulang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis mata.

Di tengah laju teknologi yang tak terbendung, menjaga kesehatan mata menjadi tantangan yang nyata. Namun, dengan menerapkan kebiasaan sehat sejak dini dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan mata, kita dapat mencegah kerusakan yang lebih serius di masa depan. Mari jadikan tahun 2025 sebagai momen untuk mulai lebih peduli pada kesehatan mata. Ajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk menerapkan gaya hidup digital yang lebih sehat dan seimbang.

Posting Komentar

0 Komentar