
Masalah Kulit Kepala yang Menyebalkan
Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan. Pada masa remaja hingga awal usia 30-an, kulit wajah masih aktif memproduksi minyak. Namun, seiring dengan usia yang semakin tua, produksi minyak ini mulai berkurang, sehingga jerawat menjadi lebih jarang muncul. Di sisi lain, muncul garis-garis halus pada area bawah mata, dahi, dan garis senyum yang semakin terlihat. Untuk mengatasi masalah ini, kulit wajah membutuhkan pelembap yang dapat meningkatkan elastisitas serta menyamarkan garis-garis halus. Meskipun minyak berkurang dan jerawat menghilang, otot dan kulit wajah mulai mengendur.
Namun, kali ini kita fokus pada masalah yang sering diabaikan, yaitu kulit kepala. Kulit kepala yang tertutup rambut memiliki permasalahan khusus yang bisa sangat mengganggu. Rasa gatal, ketombe, kulit kepala kering, dan dermatitis seboroik sering kali menjadi masalah utama. Akibatnya, rambut mudah rontok dan tampak ada celah-celah antara rambut dan kulit kepala.
Apa Itu Dermatitis Seboroik?
Dermatitis seboroik adalah salah satu kondisi yang paling mengganggu. Gejalanya meliputi kerak putih yang seperti pulau-pulau di kulit kepala, rasa gatal, ketombe, dan sisik. Selain itu, rambut juga bisa rontok. Penyebab dari kondisi ini adalah jamur Malassezia yang berkembang di lingkungan kulit kepala.
Penyebab lain yang bisa memicu dermatitis seboroik meliputi HIV/AIDS, gangguan hormon androgen pada pria, stres, depresi, penyakit Parkinson, perubahan cuaca ekstrem, riwayat psoriasis, atau jerawat. Sisik yang muncul bisa menyebar ke alis, telinga, dan leher belakang. Efeknya bisa membuat kulit merah, gatal, dan iritasi. Jika digaruk, luka bisa semakin parah.
Perawatan untuk Mengatasi Masalah Kulit Kepala
Bagi mereka yang mengalami kondisi ini dengan sisik tebal dan mengganggu, segera cari pertolongan medis. Tidak cukup hanya menggunakan sampo non-SLS yang diklaim mampu membunuh jamur Malassezia. Dokter biasanya akan memberikan pengobatan anti jamur, kortikosteroid, dan sampo yang tepat.
Selama setahun terakhir, saya mengalami gejala mirip dengan dermatitis seboroik, meski dalam tingkat ringan. Hanya sedikit kulit kepala kering di bagian dekat telinga, tengah, dan belakang kepala. Setiap keramas, kondisi ini muncul kembali. Saya sudah mencoba sampo non-SLS sesuai rekomendasi internet, tetapi tidak ada hasil. Bahkan keramas setiap hari pun tidak membantu. Gonta-ganti sampo dan kondisioner juga tidak efektif. Saya sadar bahwa kulit kepala saya bersisik ringan, tapi rasanya cukup mengganggu karena terasa ada tumpukan kulit kering saat disentuh.
Solusi yang Efektif
Ternyata, cara yang saya gunakan selama ini salah. Penanganan dermatitis seboroik ternyata cukup mudah. Kulit kepala membutuhkan minyak yang tepat untuk mencegah jamur Malassezia berkembang. Bisa menggunakan olive oil, vitamin rambut, tonik anti ketombe, atau tea tree oil. Oleskan salah satu minyak tersebut ke kulit kepala. Dengan demikian, kulit yang iritasi, merah, gatal, dan kering akan kembali tenang.
Dari berbagai jenis minyak yang direkomendasikan, saya memilih vitamin rambut dan tonik anti ketombe. Hasilnya, sisik pada kulit kepala tidak lagi muncul. Saya rutin melakukan treatment ini setelah keramas. Minyak diterapkan pada rambut basah, lalu digosok pelan-pelan ke kulit kepala.
Tips untuk Mencegah Kambuhnya Dermatitis Seboroik
Untuk mencegah kambuhnya kondisi ini, beberapa hal penting harus dihindari dan diperhatikan:
- Hentikan penggunaan minyak atau gel rambut yang digunakan untuk styling dan hair spray.
- Tingkatkan aktivitas olahraga, konsumsi makanan bernutrisi, serta kelola stres secara baik.
- Jika kondisi sangat parah, segera konsultasikan ke dokter kulit. Jangan coba-coba terapi sendiri karena bisa jadi tidak cocok dengan rekomendasi internet.
Apakah Anda mengalami masalah serupa? Bisa dicoba, mungkin saja efektif untuk Anda. Selamat mencoba.

0 Komentar