7 Penyebab Kelenjar Payudara Bengkak Saat Menyusui

Featured Image

Penyebab Benjolan Payudara Saat Menyusui dan Cara Mengatasinya

Selama masa menyusui, perubahan pada payudara adalah hal yang wajar. Salah satu gejala yang sering muncul adalah benjolan di area payudara. Benjolan ini bisa terjadi kapan saja dan memiliki berbagai penyebab. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, penting untuk memahami penyebabnya agar dapat mengambil langkah yang tepat.

1. Pembengkakan

Salah satu penyebab umum benjolan payudara saat menyusui adalah pembengkakan. Saat payudara terisi penuh dengan ASI, bentuknya bisa menjadi kencang atau bengkak. Benjolan ini bisa muncul secara merata di seluruh payudara atau hanya di bagian tertentu, termasuk di ketiak. Jika bayi mulai menyusu, payudara akan melepaskan ASI dan benjolan biasanya akan menghilang. Namun, jika ada susu yang terperangkap di saluran susu, benjolan bisa tetap ada.

2. Saluran Susu Tersumbat

Saluran susu yang tersumbat bisa menjadi penyebab benjolan yang persisten. Sumbatan ini bisa terjadi karena aliran ASI yang tidak lancar. Kadang, benjolan ini muncul akibat kumpulan saluran susu yang tersumbat, yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Pijatan lembut sering disarankan, namun penelitian menunjukkan bahwa cara ini jarang efektif dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut.

3. Mastitis

Mastitis adalah kondisi inflamasi pada payudara yang bisa disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat. Gejalanya meliputi rasa sakit, panas, bengkak, dan perubahan warna kulit. Dalam beberapa kasus, mastitis bisa berkembang menjadi infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik. Namun, dalam kebanyakan kasus, mastitis inflamasi tidak memerlukan pengobatan antibiotik. Penting untuk tetap menyusui agar aliran ASI tetap lancar.

4. Abses

Jika mastitis tidak segera ditangani, bisa berkembang menjadi abses. Abses adalah benjolan keras yang diisi cairan infeksi dan memerlukan drainase. Pengobatan melibatkan penggunaan antibiotik, kompres dingin, serta obat antiinflamasi. Jika terdapat dugaan abses, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

5. Galactocele

Galactocele adalah kista yang terbentuk akibat penumpukan ASI. Kondisi ini biasanya tidak nyeri dan bisa muncul sebagai benjolan di payudara. Jika kista terinfeksi, mungkin diperlukan pengeringan. Pengobatan bisa mencakup antibiotik dan kompres dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan.

6. Adenoma Laktasi

Adenoma laktasi adalah tumor jinak yang bisa muncul selama kehamilan atau menyusui. Kondisi ini biasanya hilang sepenuhnya setelah ibu berhenti menyusui. Namun, bisa kambuh saat kehamilan berikutnya. Perawatan melibatkan penggunaan obat antiinflamasi atau konsultasi dengan dokter.

7. Kanker Payudara

Meski jarang, kanker payudara juga bisa terjadi selama masa menyusui. Jika ada benjolan di payudara disertai gejala seperti keluarnya cairan dari puting, nyeri yang tidak kunjung sembuh, atau perubahan warna kulit, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes tambahan untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mengurangi Ketidaknyamanan

Jika benjolan disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat, tetaplah menyusui. Jika terasa nyeri, coba ganti posisi menyusui agar aliran ASI lebih lancar. Jika bayi tidak bisa menyusu sepenuhnya, gunakan tangan atau pompa untuk mengeluarkan ASI. Beberapa cara rumahan seperti kompres air hangat, mandi air hangat, dan pijatan lembut bisa membantu mengurangi sumbatan.

Jika benjolan tidak menghilang setelah beberapa hari, atau jika ada gejala seperti demam tinggi, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik atau rekomendasi lainnya. Dalam beberapa kasus, tes tambahan seperti USG atau mammogram mungkin diperlukan untuk memastikan penyebab benjolan.

Posting Komentar

0 Komentar