
Pentingnya Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak
Saat anak mengalami batuk pilek atau demam, fokus utama orangtua sering kali tertuju pada pemilihan obat. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan asupan makanan anak agar daya tahan tubuhnya tetap kuat. Memastikan kecukupan nutrisi menjadi bekal utama untuk menjaga daya tahan tubuh anak, terutama di musim pancaroba ketika penyakit saluran napas rentan menyerang.
Dokter spesialis anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, menekankan bahwa protein hewani memiliki peran penting dalam memperkuat sistem imun. "Lebih banyak justru di daging sapi, dari pada di sayur dan buah-buahan," ujarnya dalam sebuah acara peluncuran produk.
Memperkuat Imun dengan Protein Hewani
Dalam setiap waktu makan anak, dr. Kanya menyarankan agar orangtua selalu memastikan masuknya sumber protein hewani. Jenis-jenis protein hewani yang direkomendasikan antara lain: daging sapi, ayam, ikan, telur, dan hati ayam. Protein hewani mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperkuat sistem imun. Selain itu, bahan makanan ini juga mengandung zat besi, vitamin B12, dan zinc, yang berperan penting dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh anak.
Selain protein, dr. Kanya juga menekankan pentingnya asupan mikronutrien dari makanan sehari-hari. "Prinsipnya sih untuk meningkatkan daya tahan tubuh ya, seperti vitamin C, vitamin D, vitamin A, zinc, vitamin E," jelasnya. Semua vitamin tersebut berperan dalam menjaga dan memperbaiki mukosa saluran napas serta saluran cerna, yang menjadi pintu masuk infeksi virus.
Perhatikan Tekstur Makanan Saat Anak Batuk Pilek
Selain jenis makanan, cara penyajian juga penting diperhatikan, terutama saat anak sedang batuk pilek dan mengalami nyeri menelan. Makanan bertekstur lembut seperti sup ayam, bubur daging, atau telur rebus setengah matang bisa membantu anak tetap makan dengan nyaman. Jika pun anak tidak selera makan, dr. Kanya menyarankan membuat makanan bernutrisi dalam bentuk yang lebih menarik, seperti smoothies dingin atau es krim buatan sendiri (gelato).
"Pada saat dia menelan sesuatu yang lebih sejuk suhu udaranya, sekaligus ada nutrisinya, jadi bisa dapet dua-duanya. Cairannya dapet, nutrisinya juga dapet, nyamannya juga dapet," katanya. Ia menambahkan, makanan sejuk semacam ini bisa membantu meringankan gejala nyeri tenggorokan tanpa membuat anak trauma makan. Tentu, hal ini perlu disesuaikan dengan kondisi anak, terutama bila ada riwayat alergi.
Menjaga Imunitas Anak dengan Pola Hidup Sehat
Lebih lanjut, menjaga imunitas anak bukan soal memberi obat saat gejala muncul, tapi membangun pondasi kuat sejak awal melalui makanan bergizi. Seperti diibaratkan dr. Kanya, membangun anak itu seperti membangun rumah. "Fondasinya dari nutrisi, dinding-dindingnya dari jam tidur dan aktivitas olahraganya, serta mikronutrien, atapnya dari imunisasi," ungkapnya.
Dengan memastikan anak mengonsumsi protein hewani, vitamin dari makanan asli, dan tetap mau makan meski sedang batuk pilek, orangtua telah mengambil langkah penting dalam mendampingi pemulihan si kecil secara alami. Selain itu, tidur yang cukup dan gaya hidup bersih juga sangat penting. Dengan begitu, anak akan lebih kuat melawan virus penyebab batuk pilek yang bisa datang hingga 6-10 kali dalam setahun.

0 Komentar