Viral! Keluhan Warga Puskesmas Lato, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Featured Image

Pengalaman Menyedihkan Ibu Hamil di Puskesmas Lato

Sebuah unggahan yang viral di grup Facebook Suara Flotim pada Sabtu, 2 Agustus 2025, menarik perhatian publik. Unggahan tersebut berasal dari warga bernama Ansel Open DA, yang menyampaikan keluhannya terhadap pelayanan di Puskesmas Lato, Kecamatan Titihena, Kabupaten Flores Timur.

Dalam tulisannya, Ansel mengungkapkan pengalaman menyedihkan yang dialami adiknya saat mendampingi istrinya melahirkan. Menurutnya, tidak ada petugas yang berjaga di malam hari, sehingga sang suami harus meninggalkan istri yang sedang menjerit kesakitan demi mencari tenaga kesehatan dari rumah ke rumah.

Ansel menyoroti pentingnya kehadiran petugas medis di lokasi secara permanen, terutama jika Puskesmas tersebut beroperasi 24 jam. Ia menilai bahwa sistem pelayanan yang kurang optimal dapat membahayakan nyawa pasien, terutama dalam situasi darurat seperti persalinan.

Kronologi Kejadian: Ibu Hamil Ditangani Tengah Malam

Pihak Puskesmas Lato memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut setelah dihubungi media pada Minggu, 3 Agustus 2025. Kepala Puskesmas Fransiskus Parin Bala menjelaskan bahwa ibu hamil yang dimaksud adalah Ny. Ermelinda Aswati (42) dari Dusun Bajawa, Desa Watowara, dengan estimasi persalinan pada 3 Agustus 2025.

Gejala awal persalinan dialami sekitar pukul 21.00 WITA pada 20 Juli 2025. Keluarga hanya menghubungi satu bidan via telepon, yang belum merespon. Sayangnya, mereka tidak mencoba mengontak petugas lain yang nomornya telah tersedia dalam Buku KIA.

Akhirnya, sekitar pukul 02.00 dini hari, keluarga membawa pasien langsung ke Puskesmas. Proses persalinan berlangsung pukul 03.30 dan bayi lahir dengan selamat.

Status dan Sistem Pelayanan di Puskesmas Lato

Perlu diketahui bahwa Puskesmas Lato saat ini berstatus sebagai Puskesmas Rawat Jalan, bukan Rawat Inap. Kendati demikian, pihak puskesmas tetap menyediakan layanan 24 jam sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan masyarakat.

Hal ini didukung oleh sistem piket yang telah dijadwalkan dengan baik oleh seluruh tenaga kesehatan. “Walau status rawat jalan, kami tidak menutup pelayanan malam. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Fransiskus.

Ia juga menyebutkan bahwa meskipun beberapa tenaga medis tinggal di luar wilayah Puskesmas, sistem koordinasi antarpetugas berjalan efektif, dan semua petugas menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.

Pentingnya Koordinasi Pasien dan Petugas

Fransiskus menambahkan bahwa setiap pasien yang datang, terutama di malam hari, sebaiknya didampingi oleh petugas kesehatan desa yang mengetahui kondisi dan prosedur yang berlaku. Dalam kasus persalinan, semua ibu hamil telah diberikan informasi bahwa prediksi tanggal melahirkan bisa maju atau mundur. Mereka juga sudah diberikan nomor kontak seluruh bidan piket yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.

Sayangnya, dalam kasus ini, minimnya koordinasi dari pihak keluarga membuat penanganan awal menjadi terlambat. “Kalau ada koordinasi lebih awal, petugas pasti siap melayani,” tambahnya.

Komitmen Terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Kepala Puskesmas Lato mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan petugas kesehatan, demi menciptakan pelayanan yang maksimal dan responsif, terutama dalam kondisi darurat. “Pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Kami siap memberikan yang terbaik, tapi masyarakat juga harus kooperatif,” tutup Fransiskus Parin Bala.

Posting Komentar

0 Komentar