
Kesalahan Umum dalam Menyiapkan Makanan yang Bisa Mengancam Kesehatan
Menyiapkan makanan di rumah sering kali dianggap lebih aman karena kita tahu bahan-bahan yang digunakan. Namun, kesalahan kecil dalam proses persiapan bisa berdampak besar terhadap kesehatan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dan cara menghindarinya.
1. Mencairkan Makanan Beku di Suhu Ruangan
Mencairkan makanan beku seperti daging di atas meja atau di dalam bak cuci merupakan kesalahan besar. Bagian luar makanan bisa mencapai zona bahaya suhu (antara 4 hingga 60 derajat Celsius), sehingga bakteri seperti salmonella dan E. coli berkembang cepat, sementara bagian dalam masih beku.
Solusi:
Cairkan makanan beku hanya di dalam kulkas, menggunakan microwave jika akan langsung dimasak, atau dalam air dingin yang diganti setiap 30 menit.
2. Menggunakan Talenan yang Sama untuk Daging Mentah dan Sayur
Mengiris ayam mentah lalu memotong tomat di talenan yang sama bisa menyebabkan kontaminasi silang. Bakteri dari daging bisa berpindah ke sayuran, terutama jika tidak ada langkah memasak selanjutnya.
Solusi:
Gunakan talenan terpisah, satu untuk daging mentah, dan satu lagi khusus untuk buah, sayur, atau makanan siap santap.
3. Mencuci Ayam Mentah
Masih banyak orang yang mencuci ayam mentah dengan tujuan membersihkannya dari bakteri. Padahal, tindakan ini justru menyebarkan bakteri ke permukaan dapur melalui cipratan air.
Solusi:
Jangan pernah mencuci daging mentah. Cukup masak ayam hingga suhu internal mencapai 74 derajat Celsius untuk membunuh bakteri secara efektif.
4. Menyimpan Daging Mentah di Atas Makanan Lain dalam Kulkas
Menaruh daging atau unggas mentah di rak atas dalam kulkas bisa menyebabkan cairan dari daging menetes ke makanan lain seperti buah potong atau makanan matang. Ini berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan.
Solusi:
Simpan daging mentah dalam wadah tertutup dan letakkan di rak paling bawah kulkas. Makanan siap santap atau sayur sebaiknya diletakkan di atasnya.
5. Mendinginkan Nasi di Suhu Ruangan
Nasi yang dibiarkan dingin di suhu ruangan selama lebih dari dua jam bisa menjadi sarang bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini bisa menghasilkan toksin yang tidak hilang meski nasi dipanaskan kembali.
Solusi:
Segera pindahkan nasi panas ke wadah dangkal tanpa tutup dan masukkan ke kulkas. Setelah dingin, tutup wadahnya rapat dan konsumsi dalam waktu maksimal lima hari. Saat memanaskan ulang, pastikan suhu mencapai 74 derajat Celsius.
6. Mengandalkan Warna untuk Menilai Kematangan Daging
Warna bukan penentu kematangan yang andal. Daging bisa tampak matang di luar, namun masih mentah di dalam. Ini bisa menyebabkan bakteri berbahaya tetap hidup.
Solusi:
Gunakan termometer daging. Tusukkan ke bagian paling tebal dari daging dan hindari menyentuh tulang atau lemak. Standar suhu internal:
- Daging sapi, kambing, dan babi: 63 derajat Celsius (medium rare) hingga 71 derajat Celsius (well done)
- Ayam dan kalkun: 74 derajat Celsius
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu dapat mengurangi risiko penyakit akibat makanan dan menjaga kesehatan keluarga. Selalu ingat bahwa kebersihan dan kehati-hatian dalam memasak sangat penting untuk menghindari kontaminasi dan keracunan makanan.

0 Komentar