
Edukasi Kesehatan Saluran Pernapasan untuk Remaja
Banyak orang masih belum menyadari betapa berbahayanya penggunaan rokok dan rokok elektrik (vape) bagi kesehatan. Dampak negatif dari kedua benda ini sangat besar, terutama bagi remaja yang memiliki rasa penasaran tinggi dan cenderung ingin mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai bahaya konsumsi rokok dan vape sejak dini.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) telah melakukan berbagai kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, salah satunya adalah SMA Negeri 1 Gondang Nganjuk. Tujuannya adalah untuk membantu remaja memahami dampak buruk dari rokok dan vape serta mendorong mereka untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Edukasi ini dilakukan oleh tim Departemen Patologi Anatomik bersama dengan peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS) Prodi Patologi Anatomik FK Unair. Acara ini dihadiri oleh ratusan siswa kelas sepuluh, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan.
Ketua Pengabdian Masyarakat (pengmas), Dr. Anny Setijo Rahaju, dr., Sp.P.A., Subsp. U.R.L. (K) menjelaskan bahwa meskipun kampanye anti rokok sudah banyak digaungkan, masih banyak orang yang merokok. Padahal, zat kimia dalam rokok dapat merusak sel-sel paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit pernapasan.
Menurutnya, WHO menyebutkan bahwa merokok menyebabkan kematian dari lebih dari 50% penggunanya. Setiap tahun, 8 juta jiwa terbunuh akibat menjadi perokok aktif, sementara 1,3 juta jiwa per tahun terbunuh akibat paparan asap rokok pasif.
Dampak Negatif Rokok yang Harus Diketahui
Efek negatif dari rokok tidak hanya terbatas pada saluran pernapasan saja. Rokok juga bisa memicu masalah jantung dan pembuluh darah, kanker, osteoporosis, tukak saluran pencernaan, hingga kemandulan. Rokok mengandung 7000 bahan kimia, 69 di antaranya bersifat karsinogenik atau memicu kanker.
Beberapa bahan kimia berbahaya dalam rokok termasuk tar, Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH), Benzopyrene, dan Nitrosamine. Selain itu, nitrogen oksida dan phenol bisa menyebabkan iritasi mukosa. Nikotin juga bisa memicu depresi dan tumor.
Bahan-bahan dalam rokok biasanya merupakan zat-zat yang biasa digunakan untuk membersihkan atau bahkan membunuh serangga. Contohnya adalah amonia yang digunakan dalam cairan pembersih, butane sebagai bahan bakar korek api, arsenik sebagai racun semut, naphthalene sebagai bahan kapur barus, dan aseton untuk penghapus cat.
Bahaya Rokok Elektrik (Vape)
Selain rokok biasa, rokok elektrik (vape) juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah serius. Vape bisa menyebabkan gangguan fungsi paru-paru, gangguan kekebalan pernapasan, serta luka dan inflamasi saluran pernapasan. Bahkan, beberapa negara melarang peredaran rokok elektrik karena dianggap lebih berbahaya daripada rokok biasa.
WHO menyebutkan bahwa vape mengandung zat adiktif dan perasa buatan yang berbahaya bagi saluran napas. Zat-zat ini juga bisa memicu kecanduan. Asap yang dihasilkan dari vape juga bisa memicu berbagai masalah saluran pernapasan.
Beberapa bahan berbahaya dalam vape antara lain propylene glycol yang bisa berubah menjadi formalin saat dipanaskan, logam timah, alumunium, nikel, dan formalin. Partikel halus yang dipanaskan bisa masuk ke alveoli, yaitu bagian terdalam paru-paru.
Edukasi tentang Infeksi Saluran Pernapasan
Selain memberikan informasi tentang bahaya rokok dan vape, tim dosen dan mahasiswa FK Unair juga memberikan edukasi tentang infeksi saluran pernapasan dan cara menjaga kesehatan saluran pernapasan. Menurut Ketua Departemen PA FK Unair, Dr. Dyah Fauziah, dr., Sp.P.A., Subsp. S.M. (K), investasi pada kesehatan pernapasan harus dimulai sejak remaja.
Paru-paru yang sehat akan mendukung aktivitas sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi risiko penyakit pernapasan di masa depan. Remaja sering kali mengabaikan kesehatan pernapasan karena merasa masih muda dan kuat. Namun, kebiasaan yang dibentuk sejak usia remaja akan sangat berpengaruh pada kesehatan pernapasan di masa depan.
Respons Positif dari Siswa dan Sekolah
Edukasi ini mendapatkan respons positif dari siswa. Salah satu siswa, Ridho Wijaya Kusuma, menyampaikan kegembiraannya atas kedatangan FK Unair ke sekolahnya. Ia berharap materi yang dipaparkan bisa diterapkan oleh dirinya dan teman-temannya.
Kepala sekolah SMAN 1 Gondang, Agus Susilo, S.Pd. M.E., berharap edukasi ini bisa dilanjutkan secara kontinyu kepada siswa setiap angkatan dan bisa meluas ke sekolah lain. Dengan demikian, kesadaran akan bahaya rokok dan vape bisa terus meningkat di kalangan remaja.

0 Komentar